I’ve just realized today, that Microsoft SkyDrive is quietly downgraded by Microsoft. The free storage is downgraded from 25 GB to 7 GB. I can understand why Microsoft doing this. Many free cloud storage services give free storage not as much as Microsoft. For example: Box, Dropbox, Sugarsync, fiabee, and even the anticipated Google Drive only provide free storage not more than 5 GB. Off course for service like SugarSync and Dropbox, they give incentive to user who promote their service by adding more storage if the user recommend the service to their friends or collegue. (like 500 MB for every friend/colleague recommended).

I totally understand if Microsoft eventually thinks that 25 GB maybe too “generous”. What I don’t understand is why they downgrade the free storage capacity for existing user?? Why they just don’t downgrade the capacity for new users who create the SkyDrive account from today and so on??

Why??? Why don’t they appreciate the existing users?? And it’s getting worse when they don’t give announcement on this. They don’t send an email to my live email account about this!!! How Come???? I know about this downgrade through a post on Google+. How come??

I know, the existing users still can re-claim their free 25 GB storage. All we have to do is login lo skydrive, and then re-claim it by clicking some links. However, not all users are aware of this. Not all users also login to SkyDrive on daily basis. And what about email?? Why there isn’t any single email announcing about this?? And to make it worse, apparently there is time limit for user to re-claim their 25 GB free storage. I don’t know when time limit is, but on skydrive, is clearly state that user must “If you act now!“… I’m sure, it means that whenever the time limit is over, every user cannot reclaim the 25 GB, and instead their storage will be cut out to only 7 GB.

Why so?? I don’t understand. May be they just wanna make users piss off ! (~_~)


Biaklah,, Memang judulnya agak sedikit lebay..

Tapi, mari sejenak kita mengasah mental dagang kita…

Rasulullah bersabda:

Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diiringi dengan (puasa) enam (hari) di bulan Syawwal, maka seolah-olah ia berpuasa satu tahun. (HR Muslim)

Dalam al-Qur’an disebutkan:

Barang siapa datang (=melakukan) satu kebaikan, maka baginya (balasan) sepuluh kali lipatnya. (Q.S. al-An’am: 160)

Hitung-hitungan dagang untuk Hadits Nabi di atas bisa dilakukan sebagai berikut:

Satu tahun masehi terdiri dari 366 hari atau 365 hari. Mari kita gunakan angka yang lebih kecil (yaitu 365 hari) sebagai basis asumsi kita, mengingat tradisi Islam sebenarnya mengikuti kalender Lunar yang jumlah harinya lebih sedikit dibandingkan kalender matahari.

Dalam satu tahun, ada 5 hari yang diharamkan berpuasa, yaitu:

  1. Hari Raya Idul fitri (1 Syawwal)
  2. Hari Raya Idul Adha (10 Dzul Hijjah)
  3. Hari-hari Tasyrik sebanyak 3 hari (yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzul Hijjah)

Dengan demikian, dalam satu tahun masehi, seorang muslim maksimum bisa berpuasa sebanyak 360 hari. Angka ini sama dengan perhitungan balasan kebaikan di atas.

Tapi bagaimana kalau Bulan Ramadhan hanya terdiri dari 29 Hari?? Karena Ramadhan mengikuti penanggalan Lunar (Bulan, Qomariyah), seringkali kita temui Bulan Ramadhan terdiri dari 30 hari, namun tak jarang juga terdiri dari 29 hari.

Untuk kasus 29 hari, berikut hitung-hitungan dagangnya:

Satu tahun lunar terdiri dari 355 hari atau 354 hari. Agar konservatif, mari kita gunakan angka terbesar, yaitu 355 hari.

Dalam satu tahun, terdapat lima hari yang diharamkan berpuasa, yaitu 2 hari raya dan 3 hari tasyrik. Dengan demikian, dalam satu tahun lunar / qomariyah, seorang muslim maksimum bisa berpuasa selama 350 hari. Angka ini sesuai dengan perhitungan ganjaran di atas…

Shodaqollâhul ‘Azhîm… Wa Shodaqo Rasûluhul Karîm…

Mari kita tuntaskan Puasa Syawwal Kita!

Selamat Nyawal !! (^_^)

Ada banyak hal di dunia ini yang kita layak untuk berputus asa karenanya. Karena ada banyak hal di dunia ini yang bersifat irreversible. Bahkan dalam Ilmu thermodinamika, kita pun mengenal bahwa ada proses-proses yang bersifat reversible, namun banyak juga proses yang bersifat irreversible. Ada proses-proses yang bisa berbalik dengan mudah. Namun ada pula proses yang mustahil untuk dibalik.

Anda bisa melelehkan es menjadi air, lalu memanaskannya hingga mendidih, dan menguapkannya dengan sempurna menjadi kukus, atau dalam bahasa teknik disebut Steam. Anda bisa terus memanaskan steam ini sampai suhu setinggi-tingginya. Sampai mencapai suhu kritisnya, yaitu suhu di mana mustahil bagi kita untuk mencairkan steam ini meskipun kita memberinya tekanan sebesar apapun. Bahkan anda masih bisa memanaskan steam tersebut jauh di atas suhu kritisnya. Makin panas dan makin panas, hingga molekul-molekul penyusun air tersebut – yaitu hidrogen dan oksigen – terpisah, tidak lagi berikatan. Tidak lagi molekul tersebut berikatan sebagai H2O, melainkan sudah terpisah menjadi atom-atom penyusunnya: dua buah atom Hidrogen dan sebuah atom Oksigen.

Anda masih bisa terus memanaskannya sedemikian rupa sehingga bahkan atom hidrogen dan oksigen tersebut terdisintegrasi. Elektron akan terlepas ikatannya dari inti atom, elektron-elektron tersebut tidak akan lagi berotasi mengelilingi inti atom. Melainkan akan bergerak bebas tak tentu arah. Fasa ini adalah fasa yang secara ilmiah disebut sebagai plasma. Contoh lain plasma yang paling sering kita jumpai adalah api dan petir, serta indahnya matahari…

Anda masih bisa terus memanaskannya hingga suhu lebih tinggi lagi. Sedemikian tinggi sehingga bukan hanya elektron yang terlepas ikatannya dari inti atom, melainkan inti atom itu sendiri bahkan akan lepas tercerai berai. Proton akan terpisah dari neutron. Tidak ada lagi inti atom. Yang ada adalah proton, neutron dan elektron yang bergerak bebas kesana ke mari tak tentu arah…

Bahkan pada suhu setinggi ini, Anda masih bisa memanaskan steam ini (atau sekarang lebih tepatnya hanyalah gerombolan proton, neutron, elektron). Pemanasan lebih lanjut akan menyebabkan bahkan proton dan neutron itu sendiri akan terdisintegrasi. Masing-masing proton & neutron akan terdisintegrasi menjadi tiga quark penyusunnya…

Lakukan pemanasan lebih lanjut, maka Anda tidak akan bisa lagi membedakan materi dan energi. Kedua entitas ini bahkan akan lebur dengan entitas gravitasi yang selama percobaan pemanasan kita tadi nyaris tidak punya andil sama sekali. Seluruh entitas ini lebur menjadi entitas yang para ahli fisika terus mencoba untuk memahaminya melalui apa yang dikenal sebagai Grand Unified Theory (GUT) dan Theory of Everything (ToE).

Proses yang dijelaskan di atas secara teorical bersifat reversible, dalam artian anda bisa membalik prosesnya. Anda bisa mendinginkan entitas ultimat yang hanya bisa dijelaskan oleh Theory of Everything. Cukup dingin sehingga entitas gravitasi terpisah dari entitas tersebut. Cukup dingin sehingga materi bisa dibedakan dari energy, (istilah lainnya: materi menjadi terkondensasi). Cukup dingin sehingga Quark dan partikel sub-sub-elementer bisa terbentuk. Cukup dingin sehingga proton dan neutron bisa terbentuk. Cukup dingin sehingga proton dan neutron bisa berikatan dengan perbandingan yang tepat membentuk inti atom hidrogen dan inti atom oksigen. Cukup dingin sehingga energi elektron turun sampai level yang cukup rendah sehingga memungkinkannya berotasi mengelilingi inti atom hidrogen dan oksigen tersebut. Cukup dingin sehingga atom hidrogen dan oksigen bisa bergabung dengan komposisi yang tepat (yaitu 2:1) membentuk molekul H2O yang masih berupa uap. Cukup dingin sehingga uap H2O ini memiliki suhu yang cukup rendah, lebih rendah dari suhu kritisnya. Cukup dingin sehingga H2O ini sampai pada suhu didihnya dan mengembun menjadi cairan yang kita sebut sebagai air. Cukup dingin sehingga air ini sampai pada suhu bekunya, dan kembali membeku menjadi es…

Proses di atas secara teoretis sangat reversible. Anda bisa membalik prosesnya. Meskipun sulit dan butuh energi yang lebih besar, anda bisa membaliknya.

Namun demikian, dalam dunia nyata, banyak proses-proses yang tidak reversible, tidak bisa dibalik. Anda bisa membakar kertas menjadi abu, tapi anda tidak bisa membalik proses agar abu kembali menjadi kertas. Anda harus menempuh proses lain yang jauh lebih rumit untuk bisa mengembalikan abu menjadi kertas.

Anda bisa memasak kue dari tepung, gula, telur, garam dan sebagainya. Tapi mustahil anda memisahkan kembali tepung, gula, telur, dan garam tersebut dari kue yang sudah matang. Mungkin anda bisa memisahkannya kembali, namun pastinya tidak melalui pembalikan proses. Anda harus menempuh jalur yang jauh berbeda dibandingkan dengan proses memasak, bukan sekedar membalik proses memasak itu sendiri.

Bahkan, anda bisa melelehkan es dan memanaskannya sampai katakanlah suhu 25 oC. Dan anda seolah-olah bisa membalik prosesnya: Mendinginkan air dari 25 oC hingga kembali lagi menjadi es. Tapi tahukah anda bahwa dalam kehidupan nyata, untuk membalik proses (Air menjadi Es) dibutuhkan lebih banyak energy daripada proses pemanasan itu sendiri (Es menjadi air)?

What is my point actually???

Entahlah… Hanya saja, dalam kehidupan ini, banyak sekali hal-hal yang tidak bisa kita balik. Membuat kita kadang kecewa dan meruntuki masa lalu. Kadang kita menyesali masa lalu. Menyesal mengapa suatu hal terjadi di masa lalu. Kadang kita sampai pada suatu titik ketika kita merasa putus asa. Suatu titik ketika kita sampai pada kesimpulan bahwa keadaan yang terjadi pada diri kita bersifat Irreversible. Suatu titik ketika kita merasa bahwa musibah atau kesulitan yang kita hadapi bersifat Irreversible: Mustahil untuk mengembalikannya sebagaimana keadaan sebelum terjadinya musibah tersebut.

Kadang saat putus cinta, kita merasa mustahil kita mengembalikan cinta kita seperti dahulu kala.

Kadang saat orang yang kita sayangi menderita sakit yang parah, kita merasa mustahil untuk mengembalikan kesehatannya sebagaimana sedia kala.

Kadang ketika kita kehilangan teman yang kita cintai, entah karena perpisahan geografis atau karena perpisahan psikologis, kita merasa mustahil untuk kembali bersama dengan sahabat yang kita cintai itu.

Kadang ketika kita kita dilanda musibah atau bencana, kita merasa mustahil kita akan kembali kepada keadaan sejahtera seperti dahulu kala.

Entah ini pandangan saya pribadi atau bagaimana, tapi memang sering kali saya yang naif ini merasa demikian.

Dan saya merasa bahwa pemikiran seperti itu ada benarnya juga.

Bukankah alam sendiri mencontohkan bahwa dalam kehidupan nyata, ada lebih banyak proses yang Irreversible dibandingkan Proses yang reversible??

Kadang pemikiran yang demikian ini membuat kita – atau setidaknya saya – mengambil justifikasi yang salah dalam menghadapi masalah.

Hingga akhirnya saya teringat akan ayat ini dalam al-Qur’an:

Artinya:

(Ya’qub berkata): “Hai anak-anakku, pergilah kalian mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya. Dan jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Q.S. Yusuf : 87)

Ayat di atas adalah rangkaian dari kisah Nabi Ya’qub dan anaknya Nabi Yusuf serta anak-anaknya yang lain. Setelah belasan tahun tidak ada kabar berita dari Yusuf, Nabi Ya’qub tidak pernah berputus asa untuk bisa bertemu dengan anaknya lagi. Padahal, bukankah menurut berita yang sampai ke telinga beliau Yusuf telah meninggal karena dimakan oleh serigala?? Sebuah berita yang dibuat-buat oleh anak-anaknya yang lain yang iri kepada Yusuf atas kelebihannya dan kasih sayang ayahnya yang banyak kepada Yusuf.

Bukankah berita kematian Yusuf sudah disampaikan dengan begitu meyakinkan oleh anak-anak Ya’qub AS?? Bahkan mereka mendatangkan bukti berupa pakaian yusuf yang bergelimang darah, darah palsu tentunya. Darah domba. Mungkin tekstur dan aroma darah domba berbeda dengan darah manusia. Dan Ya’qub boleh jadi mengetahuinya. Tapi Ya’qub juga sudah pada usia tua pada saat itu. Mungkin penglihatan dan penciumannya sudah berkurang. Dan yang jelas anak-anak Nabi Ya’qub AS telah memberikan argumen yang kuat atas kematian Yusuf.

Namun demikian, Nabi Ya’qub tetap yakin akan berjumpa kembali dengan Putranya, Yusuf AS. Dan sekian belas tahun kemudian, beliau masih menyampaikan optimismenya itu. Dan mengingatkan anak-anaknya yang lain untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah… Bahkan untuk hal yang tampaknya sangat mustahil, Nabi Ya’qub tetap mengajarkan untuk tidak berputus asa…

Atau ada pula ayat ini:

Artinya:

Ibrahim berkata: “Dan tidak lah berputus asa dari rahmat allah melainkan orang-orang yang sesat (Q.S. Al-Hijr : 56)

Kalimat tersebut diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika dua orang tamu (yang ternyata adalah malaikat) menyampaikan kabar gembira bahwa Nabi Ibrahim dan Sarah akan dikaruniai anak bernama Ishaq. Bukankah Ibrahim dan Sarah keduanya sudah berusia tua?? Sebagian ahli tafsir mengatakan usia Nabi Ibrahim dan Sarah sudah hampir 100 tahun. Namun demikian, ketika mereka ditanya apakah mereka berputus asa, Ibrahim menjawab dengan kalimat yang diabadikan dalam Surah al-Hijr 56 di atas.

Demikianlah. Ternyata al-Qur’an mengajarkan kita untuk tetap memiliki harapan. Bahkan untuk hal-hal yang Nampak mustahil, Allah mengajarkan kita untuk tetap memiliki asa.

Ataukah contoh ayat di atas hanya khusus untuk para nabi?? Apakah contoh kejadian ajaib tentang terwujudnya harapan yang mustahil hanya untuk para nabi?? Kalau memang iya, lantas apa maknanya?? Apa faedahnya al-Qur’an menceritakan kisah di atas kepada kita??? Entahlah. Saya pusing memikirkannya…

Terakhir. Saya menulis ini bukan untuk mengajari pembaca. Hanya saja, ada waktu-waktu dalam hidup ini ketika sepertinya semua harapan tampak mustahil. Mudah-mudahan Allah mengembalikan harapan itu. Despite I’m being far or near from Him. I trust Him, I Believe in Him. I just sometimes get lost. Yet, I don’t want Him to leave me alone, in spite of all my sins and my disobedience!!

Baru-baru ini, Facebook merilis Project yang namanya Open Compute Project.

Project ini bertujuan untuk Mentransformasi Server & Data Center miliknya menjadi lebih hemat energy dan lebih hemat biaya Investasi

(i.e. lebih hemat baik secara Operational Cost maupun secara Capital Cost)

Dan karena lebih hemat listrik, maka artinya lebih ramah lingkungan juga.

Facebook juga mengajak Segenap Server2 dan Data-Center untuk mengikuti langkahnya ini.

Sumber:

Official Site         : http://opencompute.org/

Facebook Page : http://www.facebook.com/prinevilledatacenter

Beritanya ada di: sini

Tapi seberapa hemat??

OpenCompute mengklaim dengan konsep baru ini, Server & Datacenter Facebook menjadi:

  • 38% lebih effisien (Lebih hemat listrik 38%)
  • 24% lebih murah (Capital / Investment Cost lebih murah 24%)

Jadi makin hobby ber-FB ria kah temen2?? (^o^)

Berikut gambar-gambarnya dari FaceBook.

Tampak Luar:



SISTEM SIRKULASI UDARA:







INI NICH JANTUNGNYA:…









OTAKNYA JUGA GAK TERLALU ANEH & GAK TERLALU MAHAL TERNYATA…

Cuma Intel Xeon 5500 & AMD Opteron 6100…

Keluaran tahun 2008 & 2010 (Gak terlalu “baru” khan???)




This post gives you a benchmark result on main web browser as of today. I’ve done some benchmarking for 5 web browsers on my laptop, or my Netbook actually. I’ve done benchmarking on 5 main web browser, each of which claiming to be modern browser and the fastest one among the others.

So why am I all in sudden make this benchmarking?? The main background is the release of Internet Explorer 9 and Mozilla Firefox 4. The other reason is that I have no job to do right now. And the main reason is that I like comparing things before I decide which product I’d buy or I’d use.

So this is it, for my big curiosity, and for the fact that I don’t have many jobs to do these couple of days, here you are the benchmark.

I’ve done this benchmarking on my MSI Wind U230 Netbook. Here is the spec:

Processor           : AMD Athlon Neo X2 (Dual Core) L335 @ 1.60 GHz

RAM                     : 2 GB DDR2

GPU                       : ATI Radeon HD3200 Integrated GPU

GPU Driver        : ATI Catalyst 9.10

Display resolution    : 1366 x 768 @ 60 Hz Refresh Rate

Operating System    : Windows 7 Ultimate 32 Bit

I tested 5 main web browsers, the latest stable / release version as of the day I do the benchmark.

  • Apple Safari 5.0.4 for PC (Windows) Build 7533.20.27
  • Google Chrome Stable Version 10.0.648.151
  • Internet Explorer 9 32-bit RTM Version 9.0.8112.16421
  • Mozilla Firefox 4.0
  • Opera 11.01 Build 1190

Benchmark suites I used are as follows:

Along with that theoretical benchmarking, I also compare all those browsers in real world performance. I opened 23 tabs of webpages and then I take a note on how much RAM, how much Page File, and how many CPU Percentage they use.

For unbiased benchmark, I make some standard condition prior to / while executing benchmark on each browser:

  • Cleaning Personal Browsing Data on every browser prior to benchmark execution. This include History, password, Cookies, Cache, etc.
  • All Add-Ons / Extensions are disabled.
  • There is no any software running – neither on foreground nor on background – while I run the benchmark. Well, actually there is software running on background, such as Anti-Virus, Firewall, Download Manager (but it’s not downloading anything), and Modem Software to maintain my Internet connection… I even don’t open Music Player, Office Application; even I don’t open Notepad or Task Manager.
  • For each test, only one browser, one window, and only one tab was opened.
  • I ensure my broadband connection is in EVDO-Rev-A Connection with speed at least 300 kbps. Anytime it droped to National Access Connection (which has limited speed connection about 128 kbps), I disconnect my internet and reconnected it until I regained EVDO-Rev-A Broadband Access.

So, this is my bench mark results.

  1. ACID3 Test

    Acid3 test is used to test a browser regarding its compliant to Web Standard Project. It checks the performance of a web browser regarding the issue of following certain selected elements from web standards, especially relating to the Document Object Model (DOM) and JavaScript.

    The results of Acid3 test I run on my laptop are as follow.

    Internet Explorer 9 and Firefox 4 failed in the test. It means that both of them are not compliant to the Web Standard Project, at least up to some level of standard. And interestingly enough, both of them are also claiming to have same feature: Hardware Acceleration (Enabled by Default).

    I don’t know what exactly this means in real world performance. But I could safely say that since both of them are not compliant with the standard, they – in some degree – will wrongly display web page. It could be fonts, layout, SVG Graphic / SVG Font, etc.

  2. Sunspider Javascript Benchmark

    Sunspider Javascript Benchmark is quite famous for benchmarking javascript performance of a web browser. But if you see that the test is held in a sub-domain of webkit.org, you could suspiciously think that this test is optimized for browser with Webkit Engine as its core layout engine. Browser such as Apple Safari and Google Chrome (as well as Chromium Browser and all of Chromium-Based browser) are using Webkit Engine. So, you might be thinking that Google Chrome and Apple Safari would win in this test… But, the result is surprisingly contrary to our (or my) thought. Google Chrome in fact lose in this test. And Internet Explorer 9 is definitely winning the Sunspider’s competition.

    So is it Bad?? Is result showing more than 700 ms bad?? Well, it might be bad, but might be not either. I’ve test Mozilla Firefox 3.6.15 before, andthe result is still more than twice as slower : 1894.8 ms. So, while a value more than 700 ms is slow enough, but it is nearly unnoticable in actual real world web browsing.

  3. V8 Benchmark Suite Version 6

    This benchmark is developed by Google and optimized for Google Chrome (and of course any Chromium-based browser too, I think). And the test I’ve run confirm this. Google Chrome has quite high point in this test. However, the throne for this test goes to Firefox 4.

  4. HTML 5 Test

    Well, despite the name, this test does not measure performance of the web browser regarding html 5 web page. It simply indicate the completeness of feature that support the upcoming HTML5 standard and related specifications. Hence, the higher the score does not imply the better performance. It only shows that the higher score mean the more complete HTML 5 feature & support. However, as HTML 5 is always talked everywhere and anytime, I of course prefer a web browser with more complete feature, I.e. higher point in this test.

  5. FishIE Tank Benchmark

    I take this test to measure how well hardware-accelerated feature implemented in web browser. For those who doesn’t know, hardware acceleration is a technology used by web browser to utilize not only CPU, but also GPU (or VGA Card). Until the moment I write this post, there are only 2 browser (stable or release version) that have this feature: Internet Explorer 9 and Firefox 4.

    Even though other browsers don’t have this feature, I tested them anyway. I just want to see how browsers with this feature are compared to those without this feature.

    FishIE Tank is a benchmark developed by Microsoft. The test measures the ability of the web browser in rendering fish-generated-moving-object and counts the fps could be showed by web browser. And the result of course is not surprising: Internet Explorer 9 wins the battle.

    Hardware-Acceleration feature could have been very helpful in the test. I mean, a browser with hardware-acceleration-feature enabled, should have a high frame rate. In this case, Internet Explorer 9 and Firefox 4 should have reached a high frame rate. While IE9 capable of running the test up to 1000 fish, Firefox 4 can only run the test up to 100 fish. Firefox 4 seems to have a little frame rate here. It even nearly is the same as Google Chrome which does not have Hardware Acceleration feature.

  6. Futuremark Peacekeeper Browser Benchmark

    Peacekeeper is a benchmark suite developed by Futuremark Corporation. It does not have any affiliation to Webkit Project, Google, Microsoft, Mozilla Foundation, Opera Software ASA, or any other web company. It is not optimized for any web browser. This make the benchmark is regarded as unbiased benchmark (at least some people said so).

    And the test results show that Google Chrome gets the highest score.

  7. Realworld Benchmark

    The main objective for this test is measuring CPU, Page File, and RAM usage of each browser under certain load.

    For the test, I opened 23 pages on every single browser. No other software is running, not in background and not in foreground either. (except of course Security software such as antivirus, firewall, etc. However, all of them are in idle state).

    Webpages I select for this test is based on my interest and some consideration as follows :

  • Containing some level of complexity
  • Implementing Html 5
  • Audio content
  • Video content
  • Flash content
  • Frequency of access (I am very frequent accessing Detik, Kompas, Republika, Kaskus, and Wikipedia)

So here you are the list of 23 websites I open for the test:

  1. HTML page I created containing links for the rest 22 webpages.
  2. Google & Login
  3. DetikCom
  4. Kompas Online
  5. Republika Online
  6. Engadget
  7. Ars Technica
  8. You Tube Search Blue Stone (Electronic-Pop Musical Band Project)
  9. You Tube Playing Déjà Vu from Blue Stone
  10. Facebook Home Page of me
  11. My Blog Page at WordPress
  12. Google Image Search for keyword JAKARTA
  13. Bing Image Search for keyword JAKARTA
  14. Yahoo Image Search for keyword JAKARTA
  15. Kaskus Thread for thread “Gambar Unik dalam Microprocessor” and expand all the picture embedded there
  16. Neurodisc Record Homepage
  17. The Killers (Band) HTML5 Home Page
  18. Wikipedia (English) page for Indonesia
  19. Supernatural (TV Series) Official Page on CW TV
  20. SyFy TV Channel
  21. Google Maps with Google Earth Layer centered on IKPT Building
  22. My Picasa Web Album
  23. Google Reader What’s Hot in Google

After fully opened all the pages, I replayed all the video & audio content in the browser for maximum load of RAM, Page File & CPU Usage.

After I was sure that maximum load already reached, I write down the CPU, RAM, and Page File Usage.

The final results are as follows.

 

It’s obvious that Internet Explorer 9 have the worst hardware utilization. It uses 100% of CPU, highest Page File and RAM Usage. Surprisingly, Apple Safari is the most hardware-friendly. However, unfortunately, Apple’s Support (and developer’s as well) for Safari in PC (Windows) is not as well as in MacOS (at least, I couldn’t find XMarks extension for Safari on Windows).

 

Overall Comparison

Comparing all the benchmark, here I give you a handy comparison table. Blue-Bold Font means the best in the certain benchmark, while the Red-Bold is the worst.

Synthetic benchmark gives a non-conclusive result. However, Google Chrome wins in 2 benchmarks and pass ACID3 test. Internet Explorer 9 also wins in 2 benchmarks, but it failed in ACID3 test. Opera and Firefox win in 1 benchmarks, but while opera passes ACID3 test, Firefox failed. Apple safari does not win at all in any benchmark. It is only capable of passing ACID3 test.

So statistically, Google Chrome is the best browser in term of synthetic benchmark.

How about real world benchmark?? The following table gives you hardware utilization for each browser. Please note that the lower the value, the better the browser utilize hardware.

In this real world test, while it shows a non-conclusive result on which the best browser is, it does give a conclusive result on which the worst browser is. Internet Explorer is obviously the worst in hardware utilization. It is devouring hardware resources, taking more RAM, Page File, and CPU usage among other browsers.

In this real world test, the best browser seems to be Apple safari. It’s a bit surprising for me. Google Chrome – which is also using Webkit Layout engine – does not perform as well as apple safari 5. Especially in CPU Utilization and RAM Usage (you can ignore Page File usage since it is only differs by 120 MB which is considered as not very much).

Verdict

So, which one is the best??

It seems like no one. As each browser seems win in certain benchmark but lose, or even the worst in other benchmark.

In term of ACID3 Test, just don’t choose Internet Explorer 9 or Firefox 4. Failing in this test means that it is not fully compliant with Web Standard Project. Even though Mozilla criticize ACID3 test, it is still give you a chance that certain website would not displayed properly on Firefox 4 and IE9.

In term of Javascript Performance, Sunspider, V8, and Peacekeeper seems give you a non-conclusive result. Sunspider result differs only by 256.2 ms second between the fastest and the slowest score. I think it is a small margin to even noticeable in real world performance.

I see that Futuremark PeaceKeeper is the most comprehensive test among all (It takes nearly 5 minutes to run a single set of browser benchmark, while Sunspider and V8 only take no more than 1 minute). It is also the most un-affiliated to any browser company.

So, while V8 and Sunspider is not conclusive, I think you can safely say that PeaceKeeper is quite good unbiased benchmark. And Google Chrome win in this benchmark by difference at least 702 score. I can say it is 22% faster / perform better than Opera, and even 85% faster / perform better than Firefox 4.

In term of Html 5 Compliant & completeness, it’s obvious that Google Chrome has the most of HTML 5 support.

In term of Hardware Acceleration, Internet Explorer 9 is the beast. But remember, FishIE is developed by Microsoft, hence it could be tweaked and optimized specially for IE9. It is quite obvious since Firefox 4 which is claiming to have Hardware Acceleration feature performs not much better than other browser. Firefox 4 even has close frame rate to Google Chrome 10 which does not support Hardware Acceleration.

And last, in term of hardware & source management, just don’t choose Internet Explorer 9.

So, which one is the best?? Well, it’s kind of trade of… But personally, I’d say Google Chrome is still the best.

It might be my subjective preference. Yeah, all the words I write here could be subjective view of me. But the numbers and charts I display above are not subjective. They are just what they were on my Netbook. So, even if I say Google Chrome is the best, you can have another opinion by analyzing those numbers and charts. Just don’t say that I set up the test or make up the data. I was not making those data. They are what they were as I tested them on my Netbook. And it takes me 3 days just to finish this benchmark and  post!

Damn, what am I actually doing?? J

I hope everyone who read this would be pleased.

End Note

I don’t have any educational background in IT. I am a professional Process Engineer specialized in Oil & Gas Engineering & Construction. But I do have interest in IT and read a lot many IT stuffs. This benchmark might be not well written, but I tried to run the test as objectively as possible. While the opinion on the text above might be personal, the numbers and charts are not.

  1. Screenshots

Acid3 Test Screen Shot

V8 Benchmark Screen Shot

HTML5Test ScreenShot

Peacekeeper ScreenShot:

Pre-Note: Tulisan ini sebenarnya sudah saya drafting setahun yang lalu. Namun baru sempat saya posting saat ini, terutama karena teringat akan meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Jepang akibat gempa beberapa hari yang lalu.

 

Apa itu bom hidrogen kontinyu?

Untuk menjawabnya, kita harus tahu dulu apa itu bom hidrogen. Tapi sayangnya, bom hidrogen itu hanya bisa meledak pada temperatur yang sangat tinggi. Temperatur yang tinggi tersebut diperoleh dari bom nuklir… Jadi begini hirarkinya: untuk mengetahui apa itu bom hidrogen kontinyu, kita harus tahu dulu apa itu bom hidrogen. Dan untuk tahu apa itu bom hidrogen, kita harus tahu dulu apa itu bom nuklir.

Bom Nuklir

Bom nuklir dikenal juga dengan sebutan bom atom. Boleh jadi, yang paling diingat tentang bom nuklir adalah bahwa bom jenis ini digunakan oleh pasukan sekutu pada tahun 1945 untuk meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki. Ledakan nuklir tersebut kemudian menjadi pertanda berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Dari kedua bom yang diledakkan tersebut, Bom Nagasaki (disebut Fat Man) memiliki daya ledak yang lebih tinggi. Yaitu sekitar 21.000 ton TNT. Berikut gambar replika dari si Fat Boy dan awan yang terbentuk pasca ledakan.



Apa itu bom nuklir??? Bom nuklir pada dasarnya adalah bom yang bisa meledak diakibatkan oleh reaksi fisi atau reaksi pembelahan inti. Wadduh, apa lagi itu reaksi fisi?

Bayangkan papan biliar dengan bola-bola di atasnya. Bayangkan pula satu buah bola putih yang digunakan untuk menembak sasaran. Pada awal permainan, bola putih akan ditembakkan ke arah kumpulan bola di tengah-tengah meja. Akibatnya, seluruh bola akan terpencar kemana-mana.

 

Kurang lebih demikianlah rekasi fisi tersebut… Sebagai pengganti bola biliar putih, bayangkan satu buah neutron. Dan sebagai pengganti kumpulan bola di tengah meja, bayangkan inti atom Uranium yang terdiri dari 235 buah bola-bola kecil.. Suatu ketika, bola putih / neutron ditembakkan ke arah kumpulan 235 bola lainnya (yang merupakan inti dari Uranium)… Akibatnya, kumpulan bola itu akan pecah. Bedanya, kumpulan bola tersebut tidak tercerai-berai secara acak. Melainkan terpecah menjadi dua buah kumpulan baru…. Susah membayangkan??? Mungkin gambar berikut bisa membantu.




Eh, ternyata tembakan tersebut tidak hanya membelah atom Uranium menjadi dua, namun juga “membebaskan” tiga buah “bola” kecil yang bebas dan berdiri sendiri… 3 Bola kecil itu pada gilirannya akan membelah 3 inti atom uranium lainnya yang ada di sekitarnya. Setiap pembelahan akan menghasilkan 3 buah bola kecil bebas lagi. Masing-masing bola akan membelah atom uranium lagi… Demikian seterusnya, sampai atom uraniun tidak lagi cukup tersedia (bahasa kasarnya: “sampai atom uranium habis”). Inilah yang dikenal sebagai reaksi berantai (Chain Reaction).

Setiap satu pembelahan inti menghasilkan energi. Reaksi berantai membuat energi yang dihasilkan berlipat-lipat.

Inilah prinsip dasar yang dimanfaatkan dalam Bom Nuklir.  Prinsip ini pula yang digunakan untuk Pembangkit Listri Tenaga Nuklir. Secara teknis dan detil teknologinya, bom nuklir dan PLTN sangat berbeda. Namun, dalam secara filosofis  sama saja: mengekploitasi reaksi pembelahan inti atom (reaksi fusi).

Bom Hidrogen

Kebalikan dari bom nuklir, bom hidrogen prinsipnya adalah penggabungan inti atom. Bukan pemecahan inti atom. Dua buah inti atom hidrogen bergabung membentuk satu buah inti atom helium dengan menghasilkan satu buah neutron bebas. Energi yang dihasilkan oleh bom hidrogen ini lebih besar daripada bom nuklir untuk satuan massa yang sama.

 


 

Namun sayangnya, reaksi fusi yang menjadi sumber energi bom hidrogen ini hanya bisa terjadi pada temperatur yang sangat tinggi. Lantas bagaimana cara memperoleh suhu tinggi tersebut? Caranya adalah dengan terlebih dahulu meledakkan bom nuklir. Ledakan bom nuklir ini akan menciptakan suhu yang tinggi, yang cukup untuk memicu reaksi fusi… Selanjutnya, rekasi fusi terjadi… Dan… Blammmm… Meledaklah bom hidrogen dengan kekuatan yang dahsyat.

Jadi, terminologi Bom Hidrogen sebenarnya mengacu pada sebuah bom yang terdiri dari dua bagian: Bom Nuklir dan Bom Hidrogen itu sendiri… Supaya tidak rancu, umumnya bom hidrogen disebut sebagai Bom Termonuklir.

Bom hidrogen terbesar yang pernah dibuat oleh manusia adalah Tsar Bomba buatan Rusia. Bom ini memiliki daya ledak 50 Megaton TNT. Atau 2300 kali lebih besar daripada bom yang diledakkan di Nagasaki pada 1945. Berikut gambar dari Tsar Bomba dan perbandingan daya ledaknya dengan Bom Nuklir yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki.


 


 

 

Bom Hidrogen Kontinu

Pernahkah anda terbayang sebuah bom yang meledak terus menerus? Tentu anda pernah melihat Petasan Cina yang terdiri dari beberapa renteng petasan kecil. Ketika dinyalakan, petasan tersebut meletus satu per satu sampai semua petasan itu habis… Sekarang, sebagai ganti masing-masing petasan tersebut, bayangkan bom hidrogen.. Ya.. Bayangkan satu buah alat, senjata, atau apapun namanya yang terdiri dari banyak bom hidrogen yang meledak satu persatu secara terus menerus. Seperti apakah daya ledaknya?  Tentu sangat dahsyat !!!

Mungkin ada yang akan berkata: Tidak mungkin ada senjata atau alat semacam itu… Tapi, Faktanya : ADA !!!. Ada banyak alat atau benda seperti itu. Bahkan jumlahnya bukan cuma satu alat/benda.. Jumlahnya bahkan bertriliun-triliun di dunia ini.


Benda yang saya maksud adalah Matahari kita dan Seluruh bintang di alam semesta…. Jauh di atas kepala kita. 150 juta km di atas kepala kita, terdapat sebuah bom hidrogen yang meledak terus menerus, kontinyu. Yang selama 5 miliar tahun terakhir telah meledak terus menerus tanpa henti, tanpa menunjukkan sedikitpun penurunan daya ledak. Faktanya, matahari kita malah menaikkan hulu ledakknya hingga 10% tiap 1 miliar tahu. Artinya, matahari kita saat ini lebih panas hampir 50 % daripada 5 miliar tahun yang lalu…


Matahari kita. Dan jutaan bintang di atas sana adalah bom hidrogen yang meledak terus-menerus tanpa henti. Hanya karena jaraknya yang jauhlah mereka memberikan manfaat bagi manusia. Andaikan bom hidrogen kontinyu itu sedikit lebih dekat, pastilah kita akan merasakan dampak buruknya lebih banyak daripada manfaatnya. Bahkan, andaikan mereka sedikit saja lebih dekat dari bumi, tampaknya tidak akan ada kehidupan di muka bumi ini.

Thanks to the Sun. Thanks to the stars. Thanks to their just-right distance to us. We Are Here !!!

 

Bom Hidrogen Kontinyu di Muka Bumi. Mungkinkah???

Mungkin kah manusia menciptakan bom hidrogen kontinyu? Mungkin !!. Bahkan sudah ada usaha yang dilakukan untuk membuatnya. ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor). Berikut gambar Reaktor utama dari ITER.




Proyek pembangunan ITER ini memakan waktu 10 tahun, dan direncanakan selesai pada 2016. Total biaya yang dianggarkan adalah US $ 7.5 Miliar (pada tahun 1989)… Fuihh… Gedhe banget ya? Sebagai pembanding aja nich. Proyek Singa Gas-nya MedCo “hanya” dianggarkan sekitar US $ 70 juta. Tender Proyek LNG terbesar yang pernah coba kami ikuti (meskipun akhirnya gagal) “hanya” sekitar US $ 2 miliar. Dan APBN Republik Indonesia tahun 2009 “hanya” sekitar 1037 triliun rupiah atau US $ 103.7 miliar.

Di kesempatan lain, bila ada waktu, saya akan membahas bahwa Energi Fusi ini lebih bersahabat dan lebih ramah lingkungan, serta lebih aman dibandingkan dengan Energi Nuklir konvensional yang sudah ada saat ini.

Pernahkah anda berfikir tentang nama angka yang paling besar yang mungkin ada di dunia ini???

1 kita sebut satu

10 kita sebut sepuluh

1.000 kita sebut seribu

1.000.000 kita sebut sejuta

1.000.000.000 kita sebut semilyar

1.000.000.000.000 kita sebut setrilyun

Adakah angka yang lebih besar dari itu yang hanya terdiri dari satu kata????

Seribu triliun? Sejuta triliun? Itu bukan satu kata !!

Sejuta triliun terdiri dari dua kata, yaitu Sejuta dan triliun..

Adakah angka terbesar yang hanya terdiri dari satu kata??

Jawabnya: Ada.

Namanya adalah Googol.

Satu diikuti dengan 100 buah angka nol.

Secara eksplisit, Ini dia penulisannya:

1 Googol

=

10.000.000.000.000.000.000. 000.000.000.000.000.000.

000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.

000.000.000.000.000.000.000.000.000

Adakah nama angka yang lebih besar lagi?

Ada, yaitu Googolplex

Yaitu angka 1 diikuti angka nol sebanyak 1 googol buah.

1 diikuti angka nol sebanyak 10100 buah.

Bisakah kita menuliskan angka satu googolplex secara lengkap di atas kertas?????

Absolutely Not !!!

Kenapa??????

Karena untuk menulis kita menggunakan tinta atau bit data (bila menuliskannya di komputer).  Dan tinta maupun bit data itu sendiri terdiri dari partikel-partikel elementer, misalnya proton, elektron, neutron, neutrino, foton, quark, dan semacamnya.

Bayangkanlah kita bisa menulis dengan amat efisien sehingga satu nol bisa dituliskan dengan cukup satu partikel elementer saja. (Katakanlah satu buah foton saja). Sebenarnya ini amat sangat mustahil. Tapi mari berandai-andai saja… Berarti kita akan membutuhkan sebanyak 1010100 buah partikel.

Berapakah jumlah seluruh partikel elementer yang tersedia di seluruh jagad raya ini??? Jumlahnya hanyalah sekitar 1083 buah. Beberapa sumber menyebutkan nilai yang bervariasi antara 1072 hingga 1087. Salah satu perhitungan menunjukkan angka 1089.  Kita gunakan nilai di antaranya saja yang digunakan oleh Carl Sagan dalam Bukunya Cosmos, yaitu sebanyak 1083 buah partikel.

Andaikan seluruh proton, neutron, elektron, positron, neutrino, quark, dan seluruh partikel sub-atomik lainnya di SELURUH ALAM SEMESTA ini menjadi angka nol, Anda tetap tidak akan bisa menuliskan satu googolplex secara eksplisit.

Anda hanya bisa maksimum menuliskan secara eksplisit angka 101083

Angka ini masih jauh lebih kecil dibandingkan satu googolplex.

Dibutuhkan sebanyak 1017 alam semesta seukuran alam semesta kita untuk bisa menuliskan 1 googolplex secara eksplisit. Andaikan alam semesta kita ini dikecilkan menjadi seukuran bola sepak berdiameter 20 cm, maka alam semesta yang dibutuhkan untuk bisa menulisan 1 googolplex kira-kira akan berdiameter 92 km!! Bisakah Anda membayangkan satu buah bola sepak dibandingkan dengan bola raksasa berdiameter 92 km??

Kalau sulit membayangkannya, saya berikan perbandingan lainnya. Bayangkan alam semesta kita dikecilkan hingga seukuran kelereng berdiameter 2 cm. Berapa banyak alam semesta yang diperlukan untuk bisa menuliskan 1 googolplex secara eksplisit?? Dengan perbandingan kelereng ini, kira-kira dibutuhkan kelereng demikian banyak sehingga memenuhi sebuah kolam renang raksasa dengan berbentuk kubus yang sisi-sisinya berukuran 8.2 km (panjang x lebar x kedalaman = 8.2 x 8.2 x 8.2 km).

Belum terbayang?? Kecilkan alam semesta kita menjadi seukuran kerikil berdiameter 2 mm. Maka kolam renang raksasa kita akan berukuran 820 m x 820 m x 820 m….

Atau kecilkan lagi alam semesta kita hingga seukuran debu berdiameter 0.2 mm. Maka kolam renang kita masih akan berukuran 82 m x 82 m x 82 m.

Perbandingan yg luar biasa bukan???

(Note: perhitungan perbandingan ini menggunakan efisiensi void volume particle packing sebesar 25.95 %. Lihat di sini dan di sini untuk efisiensi penyusunan partikel).

Kesimpulannya:

  1. Seluruh alam semesta tidak bisa digunakan utk menuliskan angka satu googolplex secara explisit !!!
  2. Dibutuhkan sebanyak 1017 buah alam semesta yang identik dengan alam semesta kita untuk menuliskan 1 googolplex secara explisit.

Sekarang coba renungkan ayat berikut ini:

Artinya:

Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). (Q.S. Al-Kahfi:109)

Juga Perhatikan ayat ini:

Artinya:

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Lukman : 27)

Tidakkah ini menarik?????

Alam semesta kita bahkan tidak bisa menuliskan angka 1 googolplex secara eksplisit.

Bagaimana kah lagi dengan kalimat Allah yang Maha Kaya, Maha Luas dan Maha Besar???

Bagaimana kah pula alam semesta ini bisa menuliskan pengetahuan-Nya yang maha luas ilmu dan kehendaknya??

Bahkan, ilmu-Nya meliputi masa lalu, masa kini, dan masa depan, serta  meliputi realitas fisik dan metafisik, yang tampak dan yang tersembunyi, yang nyata dan yang ghaib…

Bagaimanakah mungkin alam semesta bisa menuliskan ilmu Tuhannya sedangkan dia bahkan tidak mampu menuliskan hasil pemikiran manusia ciptaan-Nya secara eksplisit???

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya

Dan Segala Puji hanya lah Bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

Tuhan di langit dan Tuhan di Bumi…