Deddy Corbuzier: Mentalis ataukah Tukang Ramal?? (Bagian 1)

Posted: April 3, 2009 in Kritik Pedas

Disadari atau tidak, nomor HP Anda pasti berbeda dengan siapapun

Begitulah kira-kira Deddy Corbuzier berkata dalam iklan ramalannya. Saya kurang yakin betul dengan penggalan kalimat terakhir, karena saya memiliki daya ingat temporal yang lemah. Tapi saya yakin betul dengan penggalan kalimat pertama: “Disadari atau tidak,

Menurut saya, ada dua kesalahan besar dalam iklan tersebut. Pertama kesalahan bahasa, dan kedua kesalahan logika..

Mari saya tunjukkan satu persatu.

Kesalahan Bahasa

Kalimat “Disadari atau tidak,” sama sekali tidak dibutuhkan. Kenapa? Karena anak kalimat sesudahnya merupakan suatu fakta yang semua orang pasti tahu. Fakta yang hendak disampaikan adalah bahwa nomor HP seseorang pasti berbeda dengan nomor HP siapapun. Nomor HP kita tidak mungkin sama dengan nomor HP siapapun. (Kecuali tentunya kalau kita menggunakan satu SIM Card yang sama).

Saya yakin, itu adalah fakta yang diketahui oleh semua orang yang memiliki HP. Hanya anak kecil, orang jompo, atau orang idiot yang tidak mengetahuinya. Bahkan walaupun kita tidak pernah memikirkan hal tersebut, bukan berarti kita tidak “menyadari”-nya… Fakta tersebut sudah ada di dalam otak kita dan meminjam istilah para ilusionist, Fakta tersebut sudah terpatri di bawah “alam bawah sadar” kita. Dan terpatri di alam bawah sadar bukan berarti kita tidak menyadarinya… Kita hanya tidak memikirkannya. Tapi, kita pasti menyadarinya. Absolutely!!!

Bagi saya, kalimat “Disadari atau tidak” dalam iklan tersebut, sama saja dengan mengatakan: “Anda orang waras ataupun orang idiot, pasti memiliki nomor HP yang berbeda dengan siapa pun“… Sungguh suatu penghinaan… Atau setidaknya suatu ketololan dari sang pembuat iklan!!!

Kesalahan Logika

Kita begitu mendewa-dewakan demokrasi. Kita begitu mendewa-dewakan ilmu sains dan teknologi.. Disadari atau tidak, demokrasi serta perkembangan sains – teknologi modern kita berhutang besar pada peradaban Yunani Kuno. Tapi anehnya, kita tidak mengadopsi sistem logika mereka.!!!

(Perhatikan kalimat di atas. Sesudah anak kalimat “disadari atau tidak”, saya menyampaikan Fakta yang tidak semua orang tahu dan tidak semua orang sadari)

Kalau kita mau mengadopsi sistem demokrasi mereka, harusnya kita juga mengadopsi sistem berfikir mereka yang logis dan rasionalis. Anehnya, dalam hal ramal-meramal, kita tidak menggunakan sistem berfikir logis dan rasionalis tersebut.

Deddy Corbuzier menjanjikan bahwa setiap ramalan yang dikirim ke HP kita akan berbeda dengan siapa pun. Sekarang, mari coba berhitung untuk membuktikan betapa repotnya Deddy Corbuzier..

  1. Satu hari = 24 jam
  2. Waktu untuk tidur manusia berkisar antara 4 jam – 8 jam. Ambillah rata-rata 6 jam.
  3. Waktu yang habis untuk makan, MCK, berjalan kaki atau naik mobil ke sana-kemari, asumsikan 2 jam.
  4. Sisa waktu dihabiskan oleh Deddy Corbuizier untuk memberikan ramalan via SMS.
  5. Jumlah pelanggan program ramalan via SMS = 1000 pelanggan.

Dengan fakta dan asumsi di atas, maka kita bisa hitung:

  • waktu yang tersisa untuk beraktivitas = 24 – 6 – 2 = 16 Jam.
  • SMS dan ramalan yang harus dibuat oleh si deddy = 1.000 ramalan / 16 jam ≈ 62 ramalan/jam ≈ 1 ramalan/menit.

Wah, sibuk juga si Deddy. Harus membuat 1 buah ramalan sekaligus 1 buah SMS setiap menitnya… Sekarang coba Anda ingat-ingat; kalau anda membuat dan mengirimkan SMS, berapa waktu yang anda butuhkan??? Untuk sebuah SMS yang informatif dan kaya makna, saya yakin butuh waktu lebih dari satu menit !!!

Eits… Tapi tunggu dulu.. Ini belum selesai.

Asumsi Nomor 5 di atas sebenarnya sangat minim. Coba kita berhitung lagi dengan asumsi berikut.

  • Asumsi 1 : Pelanggan ramal mendapat 2 SMS/hari
  • Asumsi 2 : SMS berharga Rp. 2.000/SMS
  • Asumsi 3 : Biaya untuk Operator ponsel = Rp 500/SMS

Maka, Omzet penyelenggara bila jumlah pelanggan :

  • 1000 pelanggan = 1.000 x 2 SMS/hari x Rp 1.500/SMS = Rp. 3 juta/hari = Rp 90 juta/bulan
  • 10.000 pelanggan = 10.000 x 2 x Rp 1.500 = 30 juta/hari = Rp 900 Juta/bulan
  • 100.000 pelanggan = 100.000 x 2 x Rp 1.500 = 300 juta/hari = Rp 9 Miliar/bulan

Kira-kira, kalau dari perhitungan di atas, berapa jumlah pelanggan yang ditargetkan oleh Deddy Corbuzier??? 1.000 pelanggan saja??? MUSTAHIL !!!

Biaya iklan di Televisi aja sudah puluhan juta. Ada yang menulis bahwa tarif iklan di televisi Jakarta minimal Rp 20 juta per 30 detik per spot.. Coba bayangkan, ada berapa televisi Nasional di Jakarta? Ambil lah 6 stasiun televisi tempat deddy beriklan. Maka sudah habis Rp 120 juta/hari untuk iklan saja.

Jadi, mustahil kalau pelanggan SMS ramal yang ditargetkan hanya 1.000 orang. Setidaknya harus 10.000 orang, atau 100.000 orang, bahkan 1 juta orang mungkin.. Saya tidak tahu. Yang jelas harus lebih dari 1.000 orang !!!

Masalahnya, makin banyak pelanggan, makin sibuk si Deddy. Coba hitung sendiri.

  • 1.000 pelanggan ==> SMS dan ramalan yang harus dibuat oleh si deddy = 1.000 ramalan / 16 jam ≈ 62 ramalan/jam ≈ 1 ramalan/menit.
  • 10.000 pelanggan ==> 625 ramalan/jam ≈ 10 ramalan/menit ≈ 1 ramalan/6 detik.
  • 100.000 pelanggan ==> 6250 ramalan/jam ≈ 104 ramalan/menit ≈ 3 ramalan/2 detik
  • 1 juta pelanggan ==> 62.500 ramalan/jam ≈ 1041 ramalan/menit ≈ 17 ramalan/detik…

Anda lihat???

Dengan 1000 pelanggan saja si deddy sudah pasti akan sangat sibuk. Apalagi lebih dari 1000 pelanggan???

Bahkan seorang deddy corbuzier yang jago membaca pikiran orang sekalipun, MUSTAHIL bisa memberikan 1 ramalan tiap menit terus menerus selama 16 jam… MUSTAHIL !!!

Lagi pula, Deddy Corbuzier mengaku sebagai seorang Mentalist. Apa hubungannya mentalis dengan  dunia Ramal-Meramal??? Sungguh tidak masuk akal bila ada yang percaya pada ramalan si Deddy ini !!!!

— bersambung ke Bagian 2

Comments
  1. […] by deddy rm on April 17, 2009 Telah saya tunjukkan pada Bagian 1 bahwa si Deddy Corbuzier akan sangat sibuk dengan program ramalannya. Dengan 1000 orang pelanggan […]

  2. chiko says:

    menarik melihat pembahasannya.

    Tapi mungkin ada beberapa hal yang kurang anda dalami sebagai pakar di bidang matematika dan science.

    Pertama tentang kata “disadari atau tidak”.
    Dalam ilmu komunikasi persuasi, ada beberapa teknik atau permainan kata-kata untuk mem by-pass alam bawah sadar salah satunya adalah ambiguity sentences. Maksud dari ambiguity ini adalah untuk membuat pikiran logis seseorang berpikir dari beberapa sudut, kalau dalam bahasa indonesia mungkin mudahnya disebut metafora. Nah, contoh teknik seperti ini digunakan untuk mengubah perilaku seseorang dan memunculkan “wants” seseorang. Semakin ambigu semakin mudah untuk mempengaruhi perilaku seseorang, dan Deddy tau betul hal itu

    Kedua, ini berkaitan dengan industri. sama halnya ketika kita melihat acara hypnosis di TV dengan proses hypnosis untuk terapy. Orang awam akan melihat bahwa terapy bisa dilakukan seperti yang terlihat di tv hypnosis untuk ngerjain orang, padahal kenyataannya semua proses hypnosis adalah self-hypnosis yg mana subjek sendirilah yang menentukan dirinya bisa terhipnosis atau tidak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s