Tanya: Mengapa kita, Manusia, menjadi obyek cinta-Nya?

Posted: February 15, 2010 in Cipika-Cipiki, Kritik Pedas
Tags: , , ,

The Thinker Statue karya Auguste Rodin. Lambang perenungan dan kontemplasi mendalam.

Ketika Iblis membangkang perintah Tuhan, dia diusir dan dicampakkan dari Langit. Ia pun berjanji akan membalas dendam. Dia akan menjerumuskan obyek kecintaan Tuhan, dia akan berjuang mati-matian agar obyek Cinta Tuhan itu tidak mengikuti Jalan yang telah ditetapkan tuhan untuk Cinta-Nya itu. Dia akan berjuang keras mengajak obyek Cinta Tuhan itu kepada jalan yang dibuat oleh sang Iblis. Dan dia berjanji tidak akan berhenti selama-lamanya, selama dunia masih ada.

Ketika Adam melanggar larangan Tuhan, ia pun dicampakkan dari surga. Ia tidak lagi diijinkan tinggal di dalamnya. Dia pun diturunkan ke muka bumi untuk memakmurkannya dengan keringat, pikiran, bahkan darah bila perlu. Berbeda dengan Iblis, Adam tidak menuntut balas, Adam tidak kecewa dengan keputusan Tuhan. Dia bahkan meminta Ampun, meminta maaf atas kesalahannya melanggar larangan Tuhan.

Mengapa Adam begitu dicintai oleh Tuhan? Tak kurang-kurangnya Tuhan membanggakan Adam di depan para malaikat. Begitu besarnya cinta Tuhan pada adam dan keturunanya, hingga meskipun mereka melakukan kesalahan sebesar apapun, Dia masih berkenan untuk memaafkan kesalahan-kesalahan itu. Tidak peduli betapa besarnya dosa yang manusia bawa ke hadapan-Nya, Dia dengan suka rela menghapuskannya. Bahkan, manusia masih berhak masuk surga sebesar apapun kesalahan dan dosa yang dilakukannya asalkan masih ada setitik iman di dadanya.

Mengapa kita anak cucu adam begitu dicintai oleh Tuhan? Apa istimewanya kita dibandingkan Iblis? Argumen Iblis cukuplah masuk akal: “Mengapa manusia lebih dimuliakan padahal manusia diciptakan dari tanah sedangkan Iblis diciptakan dari Api??” Dari segi materi, manusia tidak lebih mulia dari siapapun. Begitu rendah kedudukan kita. Tingkat energi kita adalah di tingkat yang paling rendah.

Api adalah plasma, gas terionisasi bertemperatur tinggi dan berenergi tinggi. Dia dinamis, tidak pernah berhenti bergerak. Dari materi inilah iblis diciptakan.

Cahaya adalah energi murni, foton yang bergerak dengan kecepatan tertinggi di alam semesta. Cahaya bahkan lebih dinamis daripada api. dia bisa menjelajah angkasa raya tanpa batas. Dari cahaya inilah Malaikat diciptakan.

Sedangkan tanah??? Tanah tidak lebih dari benda padat dingin bernergi lemah yang merupakan campuran dari bahan-bahan tak berharga. Hanya sekumpulan silikon dan oksigen dengan sedikit kandungan karbon, dan air, dan jika beruntung sedikit kandungan nitrogen, fosfor, dan mineral.

Kenapa kita menjadi obyek cinta Tuhan?

Kenapa tuhan mencintai makhluk yang diciptakan-Nya dari materi yang jelas-jelas tidak berharga.

Karena kita punya akal dan nafsu sekaligus??

Jin pun memiliki akal dan nafsu. Tapi mereka tidak dipilih Tuhan sebagai obyek cintanya.

Karena Ilmu??? Entahlah. Nyatanya Ilmu pun Tuhanlah pemiliknya. Kita hanya makhluk yang begitu beruntungnya dititipi sedikit ilmu dari Perpustakaan milik-Nya.

Karena kita diciptakan langsung dengan “Kedua Tangan-Nya“??. Ah itu pun juga suatu pilihan bagaimana Dia hendak menciptakan makhluk-Nya. Lagipula, apakaha makna “Kedua Tangan-Nya” sedangkan dia jelas-jelas tidak memiliki Tangan dalam pengertian yang dipahami oleh manusia atau bahkan malaikat sekalipun.

Ataukah karena Dia meniupkan Ruh-Nya langsung kepada Adam?? Mungkin. Tapi Jibril atau Gabriell pun jelas-jelas disebutkan oleh-Nya sebagai Ruh-Nya. Mengapa pula kita lebih istimewa daripada para malaikat yang merupakan suku bangsa dari Jibril??

Mengapa kita begitu Istimewa di mata-Nya??

Mengapa kita dijadikan obyek cinta oleh-Nya???

Dan mengapa kita (aku??)nterus berpaling dari-Nya?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s