Ke-Putus-Asa-an: Panah Entropy Alam Semesta dan Bagaimana cara menyikapinya

Posted: July 10, 2011 in Cipika-Cipiki, Inspiring Qur'an, Process & Chemical Engineering Sciences, Science Generale
Tags: , ,

Ada banyak hal di dunia ini yang kita layak untuk berputus asa karenanya. Karena ada banyak hal di dunia ini yang bersifat irreversible. Bahkan dalam Ilmu thermodinamika, kita pun mengenal bahwa ada proses-proses yang bersifat reversible, namun banyak juga proses yang bersifat irreversible. Ada proses-proses yang bisa berbalik dengan mudah. Namun ada pula proses yang mustahil untuk dibalik.

Anda bisa melelehkan es menjadi air, lalu memanaskannya hingga mendidih, dan menguapkannya dengan sempurna menjadi kukus, atau dalam bahasa teknik disebut Steam. Anda bisa terus memanaskan steam ini sampai suhu setinggi-tingginya. Sampai mencapai suhu kritisnya, yaitu suhu di mana mustahil bagi kita untuk mencairkan steam ini meskipun kita memberinya tekanan sebesar apapun. Bahkan anda masih bisa memanaskan steam tersebut jauh di atas suhu kritisnya. Makin panas dan makin panas, hingga molekul-molekul penyusun air tersebut – yaitu hidrogen dan oksigen – terpisah, tidak lagi berikatan. Tidak lagi molekul tersebut berikatan sebagai H2O, melainkan sudah terpisah menjadi atom-atom penyusunnya: dua buah atom Hidrogen dan sebuah atom Oksigen.

Anda masih bisa terus memanaskannya sedemikian rupa sehingga bahkan atom hidrogen dan oksigen tersebut terdisintegrasi. Elektron akan terlepas ikatannya dari inti atom, elektron-elektron tersebut tidak akan lagi berotasi mengelilingi inti atom. Melainkan akan bergerak bebas tak tentu arah. Fasa ini adalah fasa yang secara ilmiah disebut sebagai plasma. Contoh lain plasma yang paling sering kita jumpai adalah api dan petir, serta indahnya matahari…

Anda masih bisa terus memanaskannya hingga suhu lebih tinggi lagi. Sedemikian tinggi sehingga bukan hanya elektron yang terlepas ikatannya dari inti atom, melainkan inti atom itu sendiri bahkan akan lepas tercerai berai. Proton akan terpisah dari neutron. Tidak ada lagi inti atom. Yang ada adalah proton, neutron dan elektron yang bergerak bebas kesana ke mari tak tentu arah…

Bahkan pada suhu setinggi ini, Anda masih bisa memanaskan steam ini (atau sekarang lebih tepatnya hanyalah gerombolan proton, neutron, elektron). Pemanasan lebih lanjut akan menyebabkan bahkan proton dan neutron itu sendiri akan terdisintegrasi. Masing-masing proton & neutron akan terdisintegrasi menjadi tiga quark penyusunnya…

Lakukan pemanasan lebih lanjut, maka Anda tidak akan bisa lagi membedakan materi dan energi. Kedua entitas ini bahkan akan lebur dengan entitas gravitasi yang selama percobaan pemanasan kita tadi nyaris tidak punya andil sama sekali. Seluruh entitas ini lebur menjadi entitas yang para ahli fisika terus mencoba untuk memahaminya melalui apa yang dikenal sebagai Grand Unified Theory (GUT) dan Theory of Everything (ToE).

Proses yang dijelaskan di atas secara teorical bersifat reversible, dalam artian anda bisa membalik prosesnya. Anda bisa mendinginkan entitas ultimat yang hanya bisa dijelaskan oleh Theory of Everything. Cukup dingin sehingga entitas gravitasi terpisah dari entitas tersebut. Cukup dingin sehingga materi bisa dibedakan dari energy, (istilah lainnya: materi menjadi terkondensasi). Cukup dingin sehingga Quark dan partikel sub-sub-elementer bisa terbentuk. Cukup dingin sehingga proton dan neutron bisa terbentuk. Cukup dingin sehingga proton dan neutron bisa berikatan dengan perbandingan yang tepat membentuk inti atom hidrogen dan inti atom oksigen. Cukup dingin sehingga energi elektron turun sampai level yang cukup rendah sehingga memungkinkannya berotasi mengelilingi inti atom hidrogen dan oksigen tersebut. Cukup dingin sehingga atom hidrogen dan oksigen bisa bergabung dengan komposisi yang tepat (yaitu 2:1) membentuk molekul H2O yang masih berupa uap. Cukup dingin sehingga uap H2O ini memiliki suhu yang cukup rendah, lebih rendah dari suhu kritisnya. Cukup dingin sehingga H2O ini sampai pada suhu didihnya dan mengembun menjadi cairan yang kita sebut sebagai air. Cukup dingin sehingga air ini sampai pada suhu bekunya, dan kembali membeku menjadi es…

Proses di atas secara teoretis sangat reversible. Anda bisa membalik prosesnya. Meskipun sulit dan butuh energi yang lebih besar, anda bisa membaliknya.

Namun demikian, dalam dunia nyata, banyak proses-proses yang tidak reversible, tidak bisa dibalik. Anda bisa membakar kertas menjadi abu, tapi anda tidak bisa membalik proses agar abu kembali menjadi kertas. Anda harus menempuh proses lain yang jauh lebih rumit untuk bisa mengembalikan abu menjadi kertas.

Anda bisa memasak kue dari tepung, gula, telur, garam dan sebagainya. Tapi mustahil anda memisahkan kembali tepung, gula, telur, dan garam tersebut dari kue yang sudah matang. Mungkin anda bisa memisahkannya kembali, namun pastinya tidak melalui pembalikan proses. Anda harus menempuh jalur yang jauh berbeda dibandingkan dengan proses memasak, bukan sekedar membalik proses memasak itu sendiri.

Bahkan, anda bisa melelehkan es dan memanaskannya sampai katakanlah suhu 25 oC. Dan anda seolah-olah bisa membalik prosesnya: Mendinginkan air dari 25 oC hingga kembali lagi menjadi es. Tapi tahukah anda bahwa dalam kehidupan nyata, untuk membalik proses (Air menjadi Es) dibutuhkan lebih banyak energy daripada proses pemanasan itu sendiri (Es menjadi air)?

What is my point actually???

Entahlah… Hanya saja, dalam kehidupan ini, banyak sekali hal-hal yang tidak bisa kita balik. Membuat kita kadang kecewa dan meruntuki masa lalu. Kadang kita menyesali masa lalu. Menyesal mengapa suatu hal terjadi di masa lalu. Kadang kita sampai pada suatu titik ketika kita merasa putus asa. Suatu titik ketika kita sampai pada kesimpulan bahwa keadaan yang terjadi pada diri kita bersifat Irreversible. Suatu titik ketika kita merasa bahwa musibah atau kesulitan yang kita hadapi bersifat Irreversible: Mustahil untuk mengembalikannya sebagaimana keadaan sebelum terjadinya musibah tersebut.

Kadang saat putus cinta, kita merasa mustahil kita mengembalikan cinta kita seperti dahulu kala.

Kadang saat orang yang kita sayangi menderita sakit yang parah, kita merasa mustahil untuk mengembalikan kesehatannya sebagaimana sedia kala.

Kadang ketika kita kehilangan teman yang kita cintai, entah karena perpisahan geografis atau karena perpisahan psikologis, kita merasa mustahil untuk kembali bersama dengan sahabat yang kita cintai itu.

Kadang ketika kita kita dilanda musibah atau bencana, kita merasa mustahil kita akan kembali kepada keadaan sejahtera seperti dahulu kala.

Entah ini pandangan saya pribadi atau bagaimana, tapi memang sering kali saya yang naif ini merasa demikian.

Dan saya merasa bahwa pemikiran seperti itu ada benarnya juga.

Bukankah alam sendiri mencontohkan bahwa dalam kehidupan nyata, ada lebih banyak proses yang Irreversible dibandingkan Proses yang reversible??

Kadang pemikiran yang demikian ini membuat kita – atau setidaknya saya – mengambil justifikasi yang salah dalam menghadapi masalah.

Hingga akhirnya saya teringat akan ayat ini dalam al-Qur’an:

Artinya:

(Ya’qub berkata): “Hai anak-anakku, pergilah kalian mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya. Dan jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Q.S. Yusuf : 87)

Ayat di atas adalah rangkaian dari kisah Nabi Ya’qub dan anaknya Nabi Yusuf serta anak-anaknya yang lain. Setelah belasan tahun tidak ada kabar berita dari Yusuf, Nabi Ya’qub tidak pernah berputus asa untuk bisa bertemu dengan anaknya lagi. Padahal, bukankah menurut berita yang sampai ke telinga beliau Yusuf telah meninggal karena dimakan oleh serigala?? Sebuah berita yang dibuat-buat oleh anak-anaknya yang lain yang iri kepada Yusuf atas kelebihannya dan kasih sayang ayahnya yang banyak kepada Yusuf.

Bukankah berita kematian Yusuf sudah disampaikan dengan begitu meyakinkan oleh anak-anak Ya’qub AS?? Bahkan mereka mendatangkan bukti berupa pakaian yusuf yang bergelimang darah, darah palsu tentunya. Darah domba. Mungkin tekstur dan aroma darah domba berbeda dengan darah manusia. Dan Ya’qub boleh jadi mengetahuinya. Tapi Ya’qub juga sudah pada usia tua pada saat itu. Mungkin penglihatan dan penciumannya sudah berkurang. Dan yang jelas anak-anak Nabi Ya’qub AS telah memberikan argumen yang kuat atas kematian Yusuf.

Namun demikian, Nabi Ya’qub tetap yakin akan berjumpa kembali dengan Putranya, Yusuf AS. Dan sekian belas tahun kemudian, beliau masih menyampaikan optimismenya itu. Dan mengingatkan anak-anaknya yang lain untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah… Bahkan untuk hal yang tampaknya sangat mustahil, Nabi Ya’qub tetap mengajarkan untuk tidak berputus asa…

Atau ada pula ayat ini:

Artinya:

Ibrahim berkata: “Dan tidak lah berputus asa dari rahmat allah melainkan orang-orang yang sesat (Q.S. Al-Hijr : 56)

Kalimat tersebut diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika dua orang tamu (yang ternyata adalah malaikat) menyampaikan kabar gembira bahwa Nabi Ibrahim dan Sarah akan dikaruniai anak bernama Ishaq. Bukankah Ibrahim dan Sarah keduanya sudah berusia tua?? Sebagian ahli tafsir mengatakan usia Nabi Ibrahim dan Sarah sudah hampir 100 tahun. Namun demikian, ketika mereka ditanya apakah mereka berputus asa, Ibrahim menjawab dengan kalimat yang diabadikan dalam Surah al-Hijr 56 di atas.

Demikianlah. Ternyata al-Qur’an mengajarkan kita untuk tetap memiliki harapan. Bahkan untuk hal-hal yang Nampak mustahil, Allah mengajarkan kita untuk tetap memiliki asa.

Ataukah contoh ayat di atas hanya khusus untuk para nabi?? Apakah contoh kejadian ajaib tentang terwujudnya harapan yang mustahil hanya untuk para nabi?? Kalau memang iya, lantas apa maknanya?? Apa faedahnya al-Qur’an menceritakan kisah di atas kepada kita??? Entahlah. Saya pusing memikirkannya…

Terakhir. Saya menulis ini bukan untuk mengajari pembaca. Hanya saja, ada waktu-waktu dalam hidup ini ketika sepertinya semua harapan tampak mustahil. Mudah-mudahan Allah mengembalikan harapan itu. Despite I’m being far or near from Him. I trust Him, I Believe in Him. I just sometimes get lost. Yet, I don’t want Him to leave me alone, in spite of all my sins and my disobedience!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s